alat musik tradisional madura

Alat Musik Tradisional Dari Madura

Madura yaitu satu tempat yang terdapat dibagian timur pulau Jawa Timur. Nyaris semua orang-orang yang menempati pulau ini yaitu suku Madura, satu etnis dengan populasi paling besar di Indonesia.

Banyak daerah di Madura pastinya juga ditempati oleh masyarakat Jawa Timur. Logat dan gaya berbicara suku maduranya sangat unik dan apa adanya alias blak-blakan, masyarakat madura terkenal dengan iritnya dalam hal apapun dan juga pekerja keras alias disiplin dalam hal pekerjaan.

Daerah dengan pulau terbesarnya yakni Kepulauan Kangean ini mempunyai sebagian kesenian musik yang unik untuk kita dengar serta tekuni. Oke tanpa ada banyak menghabiskan waktu tersebut artikel alat musik tradisional  Madura sedetailnya.

Alat Musik Tradisional Madura

alat musik tradisional madura

gambar alat musik tradisional madura

1. Saronen

Saronen adalah kesenian musik rakyat yang telah ada mulai sejak lama serta berkembang di orang-orang Madura. Dengan harmonisasi dinamis, rancak serta bertopik situasi riang benar-benar sangat pas bila digabungkan dengan karakter dari orang-orang Madura yang tegas tetapi baik serta santun.
Satu diantara ciri yang bisa anda dapatkan dari Saronen yaitu ada sembilan instrumen ciri khas yang ada di alat musik ini. Ada yang mengatakan kalau ke-9 instrumen ini yaitu filosofi dari Islam yang disebut kepanjangan dari kalimat pembuka Alqur’anul Karim
Di bagian pangkal atas Saronen itu diberi satu hiasan berbentuk sayap yang terbuat dari tempurung serta berupa seperti kumis seolah melukiskan kalau seseorang pemain Saronen itu “Jantan”. Alat musik tradisionil Madura ini seringkali dipakai jadi pengiring lomba karapan sapi, upacara kebiasaan dan resepsi pernikahan.

2. Tong-Tong

Umumnya kita akan melihat alat musik tradisional yang berasal dari Madura satu ini akan terlihat seperti alat musik tradisional kentongan yang sangat erat dengan kita, seperti kentongan yang dimainkan dan ada pada masjid-masjid disekitar kita yang digunakan umumnya sebelum Adzan sebagai waktu penanda salah satu ibadah masyarakat muslim yaitu sholat.

Tong-tong dapat kita temui dengan gampang saat ada satu pawai yang memakai alat musik tradisionil ini jadi “pemecah” kesunyian. Suaranya yang nyaring ditelinga serta seolah buat kita menginginkan menari ini buat acara pawai lebih semarak.

Namun berbeda jika alat musik yang satu ini berkembang menjadi suatu seni kesenian alat musik yang umumnya kita sebut dengan orkes musik, pada alur permainan musik keleleng ataupun musik loddrok, alat musik yang satu ini sering kali dimainkan ke dalam asambel musing yang memiliki jenis yang berbeda.

3. Ul-Dhaul/Ul-Daul

Seni alat musik Ul-Daul adalah suatu hal yang tidak heran untuk masyarakat asli suku madura, terlebih lagi untuk daerah Sumenep. Awalnya alat musik ini hanya berfungsi untuk membangunkan masyarakat setempat untuk melaksanakan sahur saat bulan Ramadhan sedang berlangsung.

Tetapi seiring waktu berjalan, Daul ini saat ini sudah diperlengkapi sekali lagi dengan sebagian alat musik tradisionil yang lain.
Beberapa orang yang berasumsi kalau Ul-daul adalah alat musik perkusi etnik. Satu kesenian musik tradisionil yang awalannya berawal dari Kab. Pamekasan ini saat ini seolah sudah jadi “tamu undangan” pada masing-masing acara besar, terutama lokasi madura.

Musik tradisionil ul-daul telah tidak asing sekali lagi untuk orang-orang Madura, spesial Sumenep. Sekitaran empat th. akhir-akhir ini, perubahan musik ul-daul cukup cepat di tiga kabupaten. Yaitu Sumenep, Pamekasan, serta Sampang. Saat ini, ul-daul jadi sisi dari khasanah kekayaan seni serta budaya orang-orang Madura.

Demikian artikel ini dikutip dari alatmusik.org , semoga bermanfaat untuk kita semua.