Gurih Semerbak Opor Ayam Bakar dari Sunggingan!

Opor ayam kampung berkuah santan tampak dalam sentuhan berlainan. Ayamnya dibakar diatas api arang sampai garing gurih. Sedap!

Gurih Semerbak Opor Ayam Bakar dari Sunggingan!

Gurih Semerbak Opor Ayam Bakar dari Sunggingan!

Lama sebelumnya ada kreatifitas yang menimbulkan sop buntut goreng ataupun rawon goreng, di Desa Sunggingan, Kudus, mulai sejak th. 1960-an telah keluar ” fenomena kuliner ” yang popular dikatakan sebagai ” Opor Sunggingan “.

Dengan pengertian, ” Opor Sunggingan ” bisa dikatakan sebagai opor bakar – apabila ikuti analogi sop buntut goreng atau rawon goreng. Soalnya, ayam yang dibuat dalam bumbu opor itu lalu diangkat dahulu dari kuahnya, serta dibakar. Sebelumnya lalu dipotong-potong serta dihidangkan dengan guyuran kuah opor yang dikentalkan.

Sesungguhnya, hidangan ini belum juga termasuk juga jadi kuliner pusaka, karna adalah kreasi baru. Namun, kreasi baru ini sudah bertahan sepanjang 50 th. serta jadi ikon kuliner kebanggaan Kudus, hingga pantaslah untuk kita golongkan kedalam kelompok spesial ini.

Seperti langkah memotong daging yang dikerjakan beberapa penjual nasi di trek Kudus-Pati ini, ayam bakar ini ” dicincang ” dengan memakai gunting. Nampaknya, langkah menggunting daging serta ayam dengan gunting memanglah lebih praktis, karna tidak membutuhkan talenan untuk memotongnya.

Ayam kampung dibuat utuh, dengan bumbu-bumbu yang dihaluskan dimasukkan kedalam rongga perut ayam. Dalam sistem pemasakan, bumbu-bumbu ini meresap kedalam serat-serat daging ayam, hingga buat ayamnya begitu gurih. Sesudah masak dibuat dalam bumbu opor ini, ayam di keluarkan, ditiriskan, serta lalu dibakar diatas bara api hingga gosong-gosong sisi luarnya.

Sisa rebusan diberi tambahan santan kental serta dibuat sekali lagi sampai beberapa besar airnya menguap (reduced).Sampai saat ini, belum juga banyak yang mengikuti hidangan ini. Di saat liburan, warung asli Opor Ayam Sunggingan ini dapat menggunakan 50 ekor ayam sehari-hari. Demikian halnya banyak pemain nasional bulutangkis – termasuk juga beberapa juara dunia dari beragam negara yang sempat bertandang ke PB Djarum – sempat makan disini. Mereka yang berziarah ke makam kramat Sunan Kudus serta Menara Kudus juga seringkali meluangkan diri untuk mencicipi sajian istimewa ini.

Banyak juga yang membawanya pulang ke kota semasing jadi oleh-oleh. Resep opor bakar ini saat ini diteruskan oleh sang putra, Pak Suroso, dengan istrinya, Ibu Siti Sundari, yang mulai sejak sebagian lama mengubahkan warungnya ke bangunan yang lebih mencukupi di pinggir jalan paling utama Kota Kudus.

Sumber : resepiayammudah.com